ALGORITMA GREEDY

Algoritma Greedy merupakan metode yang paling populer untuk memecahkan persoalan optimasi.
Persoalan optimasi (optimization problems): persoalan yang menuntut pencarian solusi optimum. 
                Persoalan optimasi hanya ada dua macam:
                1 Maksimasi (maximization)
                2. Minimasi (minimization


Solusi optimum (terbaik) adalah solusi yang bernilai minimum atau maksimum dari sekumpulan alternatif solusi yang mungkin.
Solusi yang memenuhi semua kendala disebut solusi layak (feasible solution). Solusi layak yang mengoptimumkan fungsi optimasi disebut solusi optimum.

Menghitung T(n) Dari Algoritma Rekrusif

1. ALGORITMA FAKTORIAL

Faktorial_rekursif

Function Faktorial (input a : integer) → longint
If ( A=1) then
    Faktorial ← 1
Else
    Faktorial ← a * faktorial (a-1)

Kamus
        x : integer

Algoritma
output(‘berapa Faktorial: ‘) input(x)

output(x,'! = ',faktorial(x))

T(n) = T(n-1) + 1
        = T(n-2) + 1 + 1
        = T(n-3) + 1 + 1 + 1

ANALISIS ALGORITMA PERCABANGAN (MENGHITUNG Tmin, Tmax dan Tavg dan MENGHITUNG Big O , Big Ω , Big Θ)

MENGHITUNG GAJI PEGAWAI


algoritma gaji_pegawai

deklarasi
          tjg, mk,  gapok, gatot : real

deskripsi
          input (mk, gapok)
          if mk > 3 then
                    tjg ← 0.2 * gapok
          else
                    tjg ← 0.1 * gapok
          gatot ← gapok + tjg
          write ('Gaji Total ',gatot)

Operasi yang diambil = * (perkalian)


Tmin(n) = 0


Tentukan Big O , Big Ω , Big Θ



Big O : T(n) = 0
             T(n) ≤ Og(n)
             0 ≤  n (untuk semua n ≥ 0)
             C = 1 n0= 0

Big Ω : T(n) = 0
             T(n) ≥ Ωg(n)
             0 ≥ n (untuk semua n ≤ 0) 
             C = 1 n0= 0

Big Θ : C1g(n) = 0
             C2g(n) = 0
             C2g(n) ≤ t(n) ≤ C1g(n) 
             -1 ≤ 0 ≤ 1
             C= -1, C= 1, n0= 0 


Algoritma Faktorial dan Analisisnya

Kamus
n : integer

Algoritma

input n ← 10

Function faktorial ( input n = integer ) → real

kamus
fak : real
i : integer

Algoritma 
       if ( n = 0 ) or (n = 1) then
            faktorial ← 1
       else
            fak ← 1
            for ← 2 to n do
                  fak ← fak * i
            endfor
            Faktorial ← fak
      endif
endfunction



A.      Operasi Pengisian Nilai
SYNTAX
JUMLAH
N ¬ 10
1
Faktorial¬ 1
1
Fak¬ 1
1
Fak ¬ Fak*i
2N
Faktorial ¬ Fak
1
Total
4+ 2n

B.      Operasi Penjumlahan
SYNTAX
JUMLAH
Fak ¬ fak * i
N
Total
N

C.      Operasi Perulangan (Output)
SYNTAX
JUMLAH
Faktorial ¬ Fak
1
Total
1

Total kebutuhan waktu eksekusi algoritma HitungRata2 :

Total Waktu = t1 + t2 + t3 = ( 4 + 2n ) a + (n)b +  c



Algoritms Hitung Volume dan Luas Permukaan Bangun Ruang beserta Analisisnya

19.19 Diposting oleh Gama 0 komentar
Kamus :
          rusuk, panjang, tinggi, lebar, volume, luas_permukaan : integer
          Menu1, Menu2 : Char
          Menu, keluar : string

Algoritma:
          output (' Menu Utama ')
          output (' 1. Hitung Volume ')
          output (' 2. Hitung Luas Permukaan ')
          output (' 3. Keluar ')
          input (' Menu ')
          if   (Menu=1)

Algoritma Menghitung Luas, dan Keliling Bangun Datar beserta Analisisnya.

03.31 Diposting oleh Gama 0 komentar
Kamus :
          Luas, Keliling, Panjang, Lebar, Alas, Tinggi, Jari_Jari : integer
          Menu2, Menu1 : Char
          Menu, keluar : string

Algoritma:
          output (' Menu Utama ')
          output (' 1. Hitung Luas ')
          output (' 2. Hitung Keliling ')
          output (' 3. Keluar ')
          input (' Menu ')
          if   (Menu=1)



ALGORITMA PERKALIAN 2 BUAH MATRIKS BERORDO M x N BESERTA ANALISISNYA

02.51 Diposting oleh Gama 0 komentar
Procedure Isi_Matriks (output M, N, x : integer, A, B: matriks)

Kamus
           i,j : integer

Algoritma
          output ('Matriks A')
          input (M,N) {M : banyak baris, N: banyak kolom}
          output ('Matriks B')
          output (N) {banyak baris}
          input (x)    {banyak kolom}
          output ('Matriks A')
              for i ← 1 to M do
                 for j ← 1 to N do
                      input (A(i,j))
                 endfor
              endfor
                 for i ← 1 to N do
                    for j ← 1  to x do
                        input (B(i,j))
                     endfor
                 endfor
endprocedure


A.       Operasi Pengisian Nilai
SYNTAX
JUMLAH
M ¬ 5
1
N ¬ 5
1
For i ¬ 1 to M do
N
For i ¬ 1 to N do
N
Total
2 + 2n

B.      Operasi Penjumlahan
SYNTAX
JUMLAH
Tidak Ada
Tidak Ada
Total
Tidak Ada

C.      Operasi Perulangan (Output)
SYNTAX
JUMLAH
For i ¬ 1 to M do
N
For i ¬ 1 to N do
N
Total
2n

Total kebutuhan waktu eksekusi algoritma HitungRata2 :

Total Waktu = t1 + t2 + t3 = ( 2 + 2n ) a + b + ( 2n ) c

ALGORITMA MENGHITUNG RATA-RATA NILAI BESERTA ANALISISNYA

02.35 Diposting oleh Gama 0 komentar
Function Rata_Nilai (Input Total, N : Integer) →  real

Kamus :
        {Tidak Ada}

Algoritma :
        Rata_Nilai ← Total / N
        Input (N)
        Total ← 0
        for i ← 1 to N do
             Input (Mhs(i).NIM, Mhs(i).Nama, Mhs(i).Nilai, Mhs(i).indeks ← Indeks_Nilai (Mhs(i).Nilai) )
             Output (Mhs(i).Indeks)
             Total ← Total + Mhs(i).Nilai

        endfor
        Output ('Rata-Rata Nilai : ', Rata_Nilai (Total, N) )
             Max ← Mhs(i). Nilai
             For i ← 2 to N do
                   Max ← Tinggi (Max, Mhs(i). Nilai)
             Endfor
             Output ('Nilai Tertinggi : ', Max)

A.      Operasi Pengisian Nilai
SYNTAX
JUMLAH
N ¬ 10
1
Rata_Nilai ¬ Total/N
1
Total ¬ 0
1
Mhs(i).indeks ¬ Indeks_Nilai
N
Total ¬ Total + N
2N
Total
3 + 3n

B.      Operasi Penjumlahan
SYNTAX
JUMLAH
Total ¬ Total + Mhs (i).Nilai
N
Total
N

C.      Operasi Perulangan (Output)
SYNTAX
JUMLAH
Max ¬ Mhs(i).Nilai
1
Max ¬ Tinggi (Max,Mhs(i).Nilai)
N
Total
1 + N

Total kebutuhan waktu eksekusi algoritma HitungRata2 :

Total Waktu = t1 + t2 + t3 = ( 3 + 3n ) a + (n)b + ( 1 + n ) c

Numerical problem

PENGERTIAN NUMERICAL PROBLEM

Metode  Numerik adalah teknik-teknik yang digunakan untuk memformulasi kan masalah matematis agar dapat dipecahkan  dengan operasi perhitungan

Graph Problem

08.55 Diposting oleh Gama 0 komentar

DASAR-DASAR TEORI GRAPH


Graph adalah kumpulan dari titik ( node )  dan garis dimana pasangan-pasangan titik ( node ) tersebut dihubungkan oleh segmen garis.  Node ini biasa disebut simpul (verteks) dan segmen garis disebut ruas (edge).

Geometric Problem

05.32 Diposting oleh Gama 0 komentar
Geometric Problem , dengan membaca judul pun sudah tau pasti ini berhubungan dengan matematika dan dalam materi Analisis Algoritma geometry problem tersebut akan di implementasikan dalam bentuk komputasi.


Pengertian Geometric Problem Bekaitan dengan objek geometrik, yaitu titik, garis, poligon dan lain-lain.


Pada jaman Yunani Kuno : membangun geometrik sederhana contohnya segitiga, lingkaran dan lain-lain, dan pada Masa kini digunakan dalam aplikasi computer grafik atau robot.  Masalah klasik :
1. Problem closest pair : diberikan titik pada suatubidang, dan temukan                 pasangan  terdekatnya
2. Convex hull : temukan poligon cembung terkecilyang melibatkan smeua titik       yang telah ditentukan.

Combinational Problem

01.12 Diposting oleh Gama 0 komentar
Teori Kombinatorial merupakan salah satu pokok bahasan Matematika Diskrit yang telah banyak dikembangkan dan diaplikasikan dalam berbagai bidang. Dalam perkembangan Matematika, dapat dilihat bahwa kajian kombinatorial sangat menarik bagi sebagian orang. Salah satu contoh permasalahan yang dapat diselesaikan dengan kombinatorial adalah menghitung banyaknya kombinasi angka nomor polisi mobil, di mana nomor polisi terdiri atas lima angka dan diikuti dua huruf, serta angka pertama bukan nol. 

String Matching Problem

00.52 Diposting oleh Gama 0 komentar
      Permasalahan pencocokan string (string matching) merupakan permasalahan yang sangat terkenal dalam dunia informatika. Contoh implementasi dari permasalahan pencocokan string adalah pada pencocokan sebuah string pada Microsoft Word atau editor, atau dalam kasus yang lebih besar lagi, yaitu pencocokan website dengan memasukkan kata-kata kunci sebagaimana yang telah diimplementasikan pada search engine, seperti Yahoo atau Google.
Ada berbagai cara yang telah diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan ini, diantaranya Algoritma Staightforward Matching, dengan menggunakan Finite Automata, Algoritma Knuth-Morris-Pratt, Algoritma Boyer-Moore.

Searching (Pencarian)

Pencarian (searching) merupakan proses fundamental dalam pengelolaan data. Proses pencarian adalah menemukan nilai (data) tertentu di dalam sekumpulan data yang bertipe sama (baik bertipe dasar atau bertipe bentukan). Search algoritma adalah algoritma yang menerima argument a dan mencoba untuk mencari record yang mana key-nya adalah Algoritma bisa mengembalikan nilai record, atau pointer ke record.
 Record sendiri adalah tipe data yang terdiri atas kumpulan variabel yang dapat berbeda tipenya. Setiap variabel disebut field. Sequensial Search (penelusuran sequensial) yaitu proses mengunjungi melalui suatu pohon dengan cara setiap simpul di kunjungi hanya satu kali yang disebut tree transversal / kunjungan pohon. Sedangkan Binary Search adalah penelusuran pohon biner dimana data yang dimasukkan atau yang sudah ada diurutkan terlebih dahulu.

Sorting (Pengurutan)

09.34 Diposting oleh Gama 0 komentar
Sorting didefinisikan sebagai pengurutan sejumlahdata berdasarkan nilai kunci tertentu. Pengurutan dapat dilakukan dari nilai terkecil ke nilai terbesar (ascending) atau sebaliknya (descending).Algoritma Sorting termasuk salah satu contoh yang kaya akan solusi.


Macam-macam Sorting:
  • Buble Sort :
Merupakan algoritma pengurutan paling tua dengan metode pengurutan paling sederhana. Pengurutan yang dilakukan dengan membandingkan masing-masing item dalam suatu list secara berpasangan, menukar item jika diperlukan, dan mengulaginya sampai akhir list secara berurutan, sehingga tidak ada lagi item yang dapat ditukar.
author : Swfung8