MENGHITUNG GAJI PEGAWAI
algoritma gaji_pegawai
deklarasi
tjg, mk, gapok, gatot : real
deskripsi
input (mk, gapok)
if mk > 3 then
tjg ← 0.2 * gapok
else
tjg ← 0.1 * gapok
gatot ← gapok + tjg
write ('Gaji Total ',gatot)
Operasi yang diambil = * (perkalian)
Tmin(n) = 0
Tentukan Big O , Big Ω , Big Θ
Big O : T(n) = 0
T(n) ≤ Og(n)
0 ≤ n (untuk semua n ≥ 0)
C = 1 n0= 0
Big Ω : T(n) = 0
T(n) ≥ Ωg(n)
0 ≥ n (untuk semua n ≤ 0)
C = 1 n0= 0
Big Θ : C1g(n) = 0
C2g(n) = 0
C2g(n) ≤ t(n) ≤ C1g(n)
-1 ≤ 0 ≤ 1
C1 = -1, C2 = 1, n0= 0
Posted in
Analisis Algoritma
Kamus
n : integer
Algoritma
input n ← 10
Function faktorial ( input n = integer ) → real
kamus
fak :
real
i :
integer
Algoritma
if ( n = 0 ) or (n = 1)
then
faktorial ← 1
else
fak ← 1
for ← 2 to n do
fak ← fak * i
endfor
Faktorial ← fak
endif
endfunction
A.
Operasi Pengisian Nilai
SYNTAX
|
JUMLAH
|
N ¬ 10
|
1
|
Faktorial¬ 1
|
1
|
Fak¬ 1
|
1
|
Fak ¬ Fak*i
|
2N
|
Faktorial ¬ Fak
|
1
|
Total
|
4+ 2n
|
B.
Operasi Penjumlahan
SYNTAX
|
JUMLAH
|
Fak ¬
fak * i
|
N
|
Total
|
N
|
C.
Operasi Perulangan (Output)
SYNTAX
|
JUMLAH
|
Faktorial ¬ Fak
|
1
|
Total
|
1
|
Total kebutuhan waktu eksekusi algoritma HitungRata2 :
Total Waktu = t1 + t2 + t3 = ( 4 + 2n ) a + (n)b + c
Posted in
Analisis Algoritma
Kamus :
rusuk, panjang, tinggi, lebar, volume, luas_permukaan : integer
Menu1, Menu2 : Char
Menu, keluar : string
Algoritma:
output (' Menu Utama ')
output (' 1. Hitung Volume ')
output (' 2. Hitung Luas Permukaan ')
output (' 3. Keluar ')
input (' Menu ')
if (Menu=1)
Posted in
Analisis Algoritma
Kamus :
Luas, Keliling, Panjang, Lebar, Alas, Tinggi, Jari_Jari : integer
Menu2, Menu1 : Char
Menu, keluar : string
Algoritma:
output (' Menu Utama ')
output (' 1. Hitung Luas ')
output (' 2. Hitung Keliling ')
output (' 3. Keluar ')
input (' Menu ')
if (Menu=1)
Posted in
Analisis Algoritma
Procedure Isi_Matriks (
output M, N, x :
integer, A, B: matriks)
Kamus
i,j :
integer
Algoritma
output ('Matriks A')
input (M,N) {M : banyak baris, N: banyak kolom}
output ('Matriks B')
output (N) {banyak baris}
input (x) {banyak kolom}
output ('Matriks A')
for i ← 1
to M
do
for j ← 1
to N
do
input (A(i,j))
endfor
endfor
for i ← 1
to N
do
for j ← 1
to x
do
input (B(i,j))
endfor
endfor
endprocedure
A. Operasi Pengisian Nilai
|
SYNTAX
|
JUMLAH
|
|
M ¬ 5
|
1
|
|
N ¬ 5
|
1
|
|
For i ¬ 1
to M do
|
N
|
|
For i ¬ 1
to N do
|
N
|
|
Total
|
2 + 2n
|
B.
Operasi Penjumlahan
|
SYNTAX
|
JUMLAH
|
|
Tidak Ada
|
Tidak Ada
|
|
Total
|
Tidak Ada
|
C.
Operasi Perulangan (Output)
|
SYNTAX
|
JUMLAH
|
|
For i ¬ 1
to M do
|
N
|
|
For i ¬ 1
to N do
|
N
|
|
Total
|
2n
|
Total kebutuhan waktu eksekusi algoritma HitungRata2 :
Total Waktu = t1 + t2 + t3 = ( 2 + 2n ) a + b + ( 2n ) c
Posted in
Analisis Algoritma
Function Rata_Nilai (
Input Total, N :
Integer) →
real
Kamus :
{Tidak Ada}
Algoritma :
Rata_Nilai ← Total / N
Input (N)
Total ← 0
for i ← 1 to N do
Input (Mhs(i).NIM, Mhs(i).Nama, Mhs(i).Nilai, Mhs(i).indeks ← Indeks_Nilai (Mhs(i).Nilai) )
Output (Mhs(i).Indeks)
Total ← Total + Mhs(i).Nilai
endfor
Output ('Rata-Rata Nilai : ', Rata_Nilai (Total, N) )
Max ← Mhs(i). Nilai
For i ← 2 to N do
Max ← Tinggi (Max, Mhs(i). Nilai)
Endfor
Output ('Nilai Tertinggi : ', Max)
A.
Operasi Pengisian Nilai
|
SYNTAX
|
JUMLAH
|
|
N ¬ 10
|
1
|
|
Rata_Nilai ¬
Total/N
|
1
|
|
Total ¬ 0
|
1
|
|
Mhs(i).indeks ¬
Indeks_Nilai
|
N
|
|
Total ¬
Total + N
|
2N
|
|
Total
|
3 + 3n
|
B.
Operasi Penjumlahan
|
SYNTAX
|
JUMLAH
|
|
Total ¬
Total + Mhs (i).Nilai
|
N
|
|
Total
|
N
|
C.
Operasi Perulangan (Output)
|
SYNTAX
|
JUMLAH
|
|
Max ¬
Mhs(i).Nilai
|
1
|
|
Max ¬
Tinggi (Max,Mhs(i).Nilai)
|
N
|
|
Total
|
1 + N
|
Total kebutuhan waktu eksekusi algoritma HitungRata2 :
Total Waktu = t1 + t2 + t3 = ( 3 + 3n ) a + (n)b + ( 1 + n )
c
Posted in
Analisis Algoritma
PENGERTIAN NUMERICAL PROBLEM
Metode Numerik adalah teknik-teknik yang digunakan untuk memformulasi kan masalah matematis agar dapat dipecahkan dengan operasi perhitungan
Posted in
Analisis Algoritma Terhadap Masalah
DASAR-DASAR TEORI GRAPH
Graph adalah kumpulan dari titik ( node ) dan garis dimana pasangan-pasangan titik ( node ) tersebut dihubungkan oleh segmen garis. Node ini biasa disebut simpul (verteks) dan segmen garis disebut ruas (edge).
Posted in
Analisis Algoritma Terhadap Masalah
Geometric Problem , dengan membaca judul pun sudah tau pasti ini berhubungan dengan matematika dan dalam materi Analisis Algoritma geometry problem tersebut akan di implementasikan dalam bentuk komputasi.
Pengertian Geometric Problem Bekaitan dengan objek geometrik, yaitu titik, garis, poligon dan lain-lain.
Pada jaman Yunani Kuno : membangun geometrik sederhana contohnya segitiga, lingkaran dan lain-lain, dan pada Masa kini digunakan dalam aplikasi computer grafik atau robot. Masalah klasik :
1. Problem closest pair : diberikan titik pada suatubidang, dan temukan pasangan terdekatnya
2. Convex hull : temukan poligon cembung terkecilyang melibatkan smeua titik yang telah ditentukan.
Posted in
Analisis Algoritma Terhadap Masalah
Teori
Kombinatorial merupakan salah satu pokok bahasan Matematika Diskrit yang telah
banyak dikembangkan dan diaplikasikan dalam berbagai bidang. Dalam perkembangan
Matematika, dapat dilihat bahwa kajian kombinatorial sangat menarik bagi
sebagian orang. Salah satu contoh permasalahan yang dapat diselesaikan dengan
kombinatorial adalah menghitung banyaknya kombinasi angka nomor polisi mobil,
di mana nomor polisi terdiri atas lima angka dan diikuti dua huruf, serta angka
pertama bukan nol.
Posted in
Analisis Algoritma Terhadap Masalah
Permasalahan pencocokan string (string matching) merupakan permasalahan yang sangat terkenal dalam dunia informatika. Contoh implementasi dari permasalahan pencocokan string adalah pada pencocokan sebuah string pada Microsoft Word atau editor, atau dalam kasus yang lebih besar lagi, yaitu pencocokan website dengan memasukkan kata-kata kunci sebagaimana yang telah diimplementasikan pada search engine, seperti Yahoo atau Google.
Ada berbagai cara yang telah diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan ini, diantaranya Algoritma Staightforward Matching, dengan menggunakan Finite Automata, Algoritma Knuth-Morris-Pratt, Algoritma Boyer-Moore.
Posted in
Analisis Algoritma Terhadap Masalah
Pencarian (searching) merupakan proses
fundamental dalam pengelolaan data. Proses pencarian adalah menemukan nilai
(data) tertentu di dalam sekumpulan data yang bertipe sama (baik bertipe dasar
atau bertipe bentukan). Search algoritma adalah algoritma yang menerima
argument a dan mencoba untuk mencari
record yang mana key-nya adalah Algoritma bisa mengembalikan nilai record, atau
pointer ke record.
Record sendiri adalah tipe data yang terdiri atas kumpulan
variabel yang dapat berbeda tipenya. Setiap variabel disebut field. Sequensial
Search (penelusuran sequensial) yaitu proses mengunjungi melalui suatu pohon
dengan cara setiap simpul di kunjungi hanya satu kali yang disebut tree
transversal / kunjungan pohon. Sedangkan Binary Search adalah penelusuran pohon
biner dimana data yang dimasukkan atau yang sudah ada diurutkan terlebih
dahulu.
Posted in
Analisis Algoritma Terhadap Masalah
Sorting didefinisikan sebagai pengurutan sejumlahdata berdasarkan nilai
kunci tertentu. Pengurutan dapat dilakukan dari nilai terkecil ke nilai
terbesar (ascending) atau sebaliknya (descending).Algoritma Sorting
termasuk salah satu contoh yang kaya akan solusi.
Macam-macam Sorting:
Merupakan algoritma pengurutan paling tua dengan metode pengurutan
paling sederhana. Pengurutan yang dilakukan dengan membandingkan
masing-masing
item dalam suatu list secara berpasangan, menukar
item jika diperlukan, dan mengulaginya sampai akhir list secara berurutan, sehingga tidak ada lagi
item yang dapat ditukar.
Posted in
Analisis Algoritma Terhadap Masalah